Penyebab Kambing Keracunan dan Cara Mengatasinya

Selain ancaman bakteri dan jamur, permasalahan kesehatan hewan ternak yang sering menjadi kendala para peternak kambing adalah keracunan pakan. Kasus keracunan pakan pada kambing ini masih banyak terjadi di berbagai daerah. Hal ini kemungkinan dikarenakan ketidaktahuan para petani bahwa tidak semua tanaman hijau bisa digunakan untuk pakan hijauan. Sama seperti kambing sakit akibat serangan bakteri atau jamur, kambing keracunan juga dapat berujung pada kematian ternak. Oleh karena itu agar tidak merugi di kemudian hari, ketahui penyebab kambing keracunan, ciri, dan pencegahannya berikut

Ciri-ciri kambing keracunan

Kambing yang keracunan dapat dideteksi secara langsung dari tanda/ ciri fisik dan sikapnya. Tanda itu seperti keluar busa dari mulut kambing, muntah, frekuensi pernapasan akan cepat dan lebih dalam, pada bagian pupil mata akan melebar, kebiruan pada selaput lendir, kambing jatuh mendadak dan menunjukkan kegelisahan. Selain itu bisa sampai keluar darah pada kotorannya dan bahkan kejang-kejang. Jika keracunan berlangsung lama maka dapat menimbulkan kematian mendadak. 

Lalu apa penyebab kambing keracunan?

Keracunan pada kambing pada umumnya terjadi karena kelalaian peternak pada saat pemberian pakan dan dari kambing itu sendiri saat digembalakan. Biasanya tanpa sengaja pakan yang dikonsumsi kambing tersebut mengandung senyawa kimia yang bersifat toksik atau racun. Adapun beberapa unsur beracun yang sering menyebabkan kambing keracunan adalah sebagai berikut:

Keracunan karena zat sianida

Kasus kambing keracunan yang pertama banyak disebabkan oleh zat sianida. Zat sianida ini berasal dari daun singkong atau ubi kayu yang sering dimanfaatkan oleh para peternak sebagai alternatif pakan hijauan terlebih pada saat kekurangan hijauan di musim kemarau.

Masih banyak peternak yang belum mengetahui bahwa daun singkong mengandung sianida yang cukup tinggi, apalagi pada daun yang masih segar. Kandungan zat sianida pada tanaman mampu membuat ternak mengalami kematian mendadak.

Zat tersebut menyerang rumen, dan jika didiamkan dalam waktu 15 menit maka rumen akan mengabsorbsi dan cepat mengalami detoksifikasi. Akibatnya, akan terjadi gangguan sistem pencernaan serta ketidakmampuan sel-sel kambing dalam menggunakan oksigen.

  • Cara mengatasi kambing keracunan sianida. Kambing yang keracunan sianida harus ditangani secara cepat untuk mencegah kematian. Langkah pengobatan yang umum dilakukan adalah dengan memberikan obat berupa gabungan antara sodium nitrat (Na2S2O3) dengan tiosulfat (Na2S2O3). Dosis yang dianjurkan yaitu 1 ml larutan 20% sodium nitrat dan 3 ml tiosulfat. Atau menggunakan 1 gram NA2NO2 dan 2,4 gram Na2S2O3 yang dilarutkan dalam 10 ml air suling. Keduanya diberikan dengan cara penyuntikkan secara intravena. Selain itu bisa juga dengan cara pengobatan tradisional, yaitu dengan memberikan minum kambing minyak kelapa maupun kelapa muda.
  • Cara mencegah agar kambing terhindar dari racun sianida. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan tidak memberikan daun yang mengandung sianida sebagai pakan dan melakukan pengawasan di area penggembalaan. Apabila terpaksa menggunakannya sebagai pakan hijauan, maka daun singkong dan tanaman sejenisnya harus dicacah dan dikeringkan dibawah sinar matahari secara langsung terlebih dahulu. Tujuannya agar kandungan sianida yang ada dapat berkurang bahkan sebagian besar hilang.
Keracunan pestisida

Pestisida merupakan bahan yang terdiri dari berbagai senyawa kimia yang sering digunakan para petani dalam pengendalian hama yang terdapat pada tanaman. Penggunaan pestisida ini memiliki efek samping yaitu dapat meninggalkan residu pada produk pertanian ataupun pada limbahnya yang dijadikan pakan ternak. Apabila ternak mengkonsumsi pakan rumput atau tanaman hijauan yang telah diberi pestisida tersebut, maka hewan ternak dapat mengalami keracunan.

  • Cara mengatasi kambing keracunan pestisida. Pada kasus yang belum terlalu berat dapat diberikan atropin sulfat 0,25 sampai 0,5 mg/ kg bobot tubuh dengan pemberian ¼ intravena dan sisanya subkutan dengan interval 2 sampai 6 jam maka ternak dapat diselamatkan.
  • Cara mencegah agar kambing terhindar dari racun pestisida. Usahakan mencari rumput di lokasi yang jauh dan terbebas dari kontaminasi pestisida.
Keracunan timbal

Timbal merupakan unsur kimia berbentuk logam yang memiliki kandungan racun sangat tinggi. Unsur timbal ini banyak terkandung di dalam benda yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar manusia seperti pecahan pipa, baterai bekas, cat rumah, abu sisa pembakaran dll.

Apabila sampah/ benda-benda tersebut dibuang di area tanah, maka wilayah tanah tersebut dapat terkontaminasi dengan senyawa timbal. Dan dapat dipastikan pula tanaman yang tumbuh pada lokasi itu juga terkontaminasi racun timbal karena tanaman memiliki kemampuan untuk menyerapnya.

  • Cara mengatasi kambing keracunan timbal. Ternak kambing yang telah keracunan timbal kemungkinan akan mati.Pengobatan untuk keracunan timbal yang akut jarang ada yang efektif. Pada umumnya pengobatan hanya bisa menghentikan atau mengurangi tanda-tanda klinis keracunan timbal saja. Maka dari itu, jika kambing telah menunjukkan gejala yang tidak biasa, segera hubungi dokter hewan untuk membantu mengkonfirmasi keracunan tersebut. Biasanya untuk mengurangi efek timbal pada sistem saraf pusat, bisa dilakukan dengan cara pemberian suntikan tiamin hidroklorida (vitamin B1). Namun semua itu tetap harus sesuai dengan saran dokter hewan.
  • Cara mencegah agar kambing terhindar dari racun timbal. Sebaiknya kurangi pengambilan pakan hijauan yang dekat dengan tempat umum seperti jalan raya, limbah pabrik karena pada tanaman tersebut sudah pasti terkontaminasi dengan racun timbal. Selain itu hindari, gundukan sampah di dekat kandang karena timbal dapat masuk melalui pernapasan hewan ternak.

Baca Juga : Mengenal Ransum Ternak – Pakan Jadi dari Berbagai Bahan

Itulah beberapa hal penyebab kambing keracunan serta cara mengatasi dan pencegahannya. Semoga bermanfaat! Mari jaga dan tingkatkan kesehatan ternak hewan ternak dengan memperhatikan betul pakan ternak yang kita berikan. 

Gambar oleh : Badan Karantina Pertanian RI

Artikel