Jenis Kambing Pedaging Unggulan, Bikin Cepat Kaya

Bisnis budidaya kambing potong/ pedaging saat ini masih menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Pasalnya, persaingan pasarnya bisa dibilang belum sekuat persaingan ternak sapi atau ayam. Sedangkan kebutuhan konsumen akan daging kambing di Indonesia semakin meningkat, terutama untuk keperluan acara aqiqah, qurban, dll. Kelompok kambing pedaging sendiri terdiri dari banyak jenis yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Dari banyaknya jenis kambing pedaging yang ada, berikut beberapa jenis kambing pedaging kelas unggulan yang dapat anda jadikan pilihan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya

Kambing boer

Kambing pedaging unggulan yang pertama adalah kambing boer. Jenis kambing yang satu ini berasal dari Afrika Selatan dan kini banyak dikembangkan oleh peternak Indonesia yang menyilangkannya dengan kambing Jawa. Kambing boer disebut-sebut sebagai kambing pedaging terbaik saat ini. Pasalnya tingkat pertumbuhannya sangat cepat dan kualitas dagingnya sangat baik. Pada usia 3 bulan saja, kambing boer sudah bisa mencapai bobot 35 sampai 45 kg. Dan ketika usia 2 sampai 3 tahun, beratnya mencapai 150 kg bagi pejantan sedangkan betinanya sekitar 90 kg.

Ciri fisik kambing boer sendiri yaitu memiliki badan yang lebar, panjang, namun ukuran kakinya cukup pendek, dan telinganya panjang menggantung. Untuk warna bulunya dominan putih sementara bagian kepalanya berwarna coklat. Selain unggul dalam pertumbuhannya yang sangat cepat, kambing boer juga memiliki keunggulan lain. Yakni fisiknya lebih memiliki daya tahan terhadap serangan penyakit dan tak kenal musim daripada jenis kambing lainnya. Kambing boer dapat hidup di kawasan semak belukar, lereng gunung berbatu atau padang rumput.

Kambing Jawa

Jenis kambing pedaging unggulan selanjutnya yaitu kambing jawa atau sering juga disebut dengan kambing kacang. Ciri fisiknya berbulu pendek umumnya berwarna tunggal seperti putih, hitam, coklat atau bisa juga kombinasi ketiganya. Selain itu, kambing jawa juga memiliki telinga yang tegak, berjanggut cukup panjang pada kambing jantan serta baik jantan maupun betina memiliki tanduk. Kambing ini adalah kambing lokal asli Indonesia yang memiliki perawakan kecil berisi, terbilang cukup mungil dibandingkan dengan jenis kambing lainnya. 

Tinggi kambing jawa jantan yakni sekitar 60 sampai 65 cm dengan bobot mencapai 25 kg, sedangkan tinggi betina 56 sampai 60 cm dengan bobot mencapai 20 kg. Meski terbilang cukup kecil, kambing jawa memiliki berbagai keunggulan lain, seperti memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca dan medan ekstrem, tahan penyakit, pemberian pakannya tidak terlalu susah dan perawatannya tidak ribet. Kambing jawa ini masih banyak diminati terlebih sebagai pilihan kalangan menengah kebawah. 

Kambing boerawa

Kambing boerawa merupakan jenis kambing hasil persilangan antara kambing boer jantan dengan kambing peranakan etawa (PE) betina. Sama seperti kambing boer, kambing ini memiliki tingkat pertumbuhan badan yang cukup tinggi serta kualitas daging yang sangat baik. Pertambahan berat badannya mencapai 100 sampai 150 gram per hari dan beratnya dapat mencapai 40 kg pada usia 12 bulan. Kadar kolesterol daging kambing Boerawa rendah, empuk, dan enak.

Dilihat  ciri fisiknya, kambing boerawa mempunyai postur tubuh yang cukup tinggi dan relatif besar dan padat. Perawakannya mirip dengan kambing PE namun telinganya lebih pendek dengan profil muka sedikit cembung. Kambing boerawa ini sering menjadi alternatif pengganti kambing boer oleh para peternak maupun konsumen karena harganya yang lebih terjangkau untuk kelas kambing unggulan, besar, berdaging banyak dan padat.

Itulah 3 jenis kambing pedaging unggulan yang berpotensi menghasilkan banyak keuntungan. Meski secara teori tingkat pertumbuhan kambing-kambing tersebut sangat baik, namun percepatan penggemukan dan kualitas daging perlu diupayakan di lapangan agar hasil maksimal dapat tercapai. Seperti pada menjaga kebersihan kandang, apalagi manajemen pakan harus diperhatikan sebaik mungkin. Pemberian pakan berkualitas, baik pakan hijauan maupun pakan konsentrat pada kambing harus tercukupi agar produktivitas kambing meningkat tajam. 

Artikel