Mengenal Istilah-istilah Dalam Peternakan Ruminansia 

Terdapat beberapa istilah dalam peternakan ruminansia yang harus diketahui untuk memudahkan komunikasi kepada para pelanggan, sesama peternak, penyuplai, dsb. Bagi para pemain lama, mungkin sudah sangat paham karena sering mendengar/ menggunakan istilah-istilah yang akan kami sampaikan dibawah ini. Namun bagi seorang pemula, mungkin masih terdengar asing. Dan berikut daftar beberapa istilah dalam dunia peternakan ruminansia yang umum dan sering digunakan

A

ADG. Average Daily Gain (ADG) merupakan nilai rata-rata pertambahan bobot badan harian hewan ternak. ADG ini diperoleh dengan mengurangi berat akhir dengan berat awal kemudian membaginya dengan lama pemeliharaan (hari). Para peternak biasanya menggunakan ADG sebagai parameter keberhasilan dari manajemen usaha yang telah dilakukan. Seperti misalnya, pada salah satu jenis sapi lokal yaitu sapi Bali memiliki ADG berkisar 1 sampai 1,5 kg per hari. Apabila ADG di bawah angka tersebut, maka terdapat kekeliruan terlebih pada manajemen pakannya. 

B

BETN. Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) merupakan karbohidrat yang mudah larut dalam larutan asam dan basa serta memiliki daya cerna yang tinggi. BETN ini menjadi sumber energi yang sangat baik bagi hewan ternak.

Breeding. Breeding dapat diartikan sebagai usaha pengembangbiakan hewan ternak yang bertujuan menghasilkan keturunan. Biasanya hasil keturunan yang diinginkan adalah yang memiliki mutu genetik lebih baik dari generasi sebelumnya sehingga dalam breeding terdapat berbagai unsur yang sangat kompleks dan sistematis yang harus diperhatikan.

Bungkil. Bungkil adalah limbah atau ampas dari bijian-bijian seperti kacang, kedelai, kelapa, dll yang sudah diambil minyaknya. 

C

Calf. Calf merupakan anak sapi yang berusia 6 sampai 9 bulan. Anak sapi jantan biasa disebut dengan Bull calf sedangkan betina Heifer Calf.

E

Estrus. Estrus yang juga sering disebut dengan istilah birahi merupakan kondisi dimana hewan betina siap menerima pejantan untuk melakukan kopulasi.

F

Fattening. Fattening atau biasa disebut juga dengan Feedlot merupakan usaha penggemukan ternak dengan berprinsip untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Program penggemukan ini dilakukan dengan cara memberi pakan dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan hewan ternak selama periode tertentu untuk mempercepat dan meningkatkan produksi daging. 

I

Inseminasi buatan. Inseminasi buatan (IB)/ kawin suntik adalah suatu cara atau teknik untuk memperbaiki mutu genetika ternak, dimana bibit pejantan unggul tidak harus dibawa ke tempat yang dibutuhkan. Inseminasi buatan dilakukan dengan memasukkan sperma ternak jantan yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu ke dalam saluran alat kelamin ternak betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut “insemination gun”. Cara ini sangat efektif untuk mengurangi biaya operasional khususnya transportasi, mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama, meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur mencegah penularan/ penyebaran penyakit kelamin.

K

Karkas. Karkas merupakan bagian dari ternak yang telah disembelih. Tanpa kepala, kaki, kulit dan jeroan yang hanya berupa daging yang masih melekat pada tulangnya. Karkas ini bisa dijumpai di rumah potong hewan maupun pasar daging yang dipajang dengan posisi menggantung terbalik/ bagian leher berada di bawah.

L

Laktasi. Laktasi dapat diartikan sebagai masa menyusui pada hewan ternak.

P

Pakan Fermentasi. Pakan fermentasi merupakan pakan ternak hasil dari proses pemecahan senyawa organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan suatu mikroorganisme. Pakan yang telah difermentasi selain lebih mudah dicerna oleh ternak, juga lebih mudah dalam penyimpanannya.

Palatabilitas. Palatabilitas adalah tingkat kesukaan konsumsi yang ditunjukkan oleh ternak pada suatu bahan pakan yang diberikan. Mulai dari tekstur, warna, rasa, hingga aroma sangat mempengaruhi palatabilitas ini. Tingkat palatabilitas bisa diketahui dengan cara memberikan dua atau lebih pakan kepada ternak. Pakan yang memiliki palatabilitas yang baik, maka secara otomatis dapat menimbulkan selera makan yang tinggi dan langsung dimakan oleh ternak.

Protein kasar. Protein kasar adalah salah satu nutrisi utama yang diperlukan ternak agar bisa tumbuh, berkembang, berproduksi dan bereproduksi secara baik.

R

Ransum. Ransum adalah pakan jadi dari campuran beberapa jenis pakan yang diberikan untuk seekor ternak selama sehari semalam. Ransum harus mengandung zat gizi yang dibutuhkan ternak, mencakup untuk kebutuhan hidup pokok, produksi maupun reproduksi. Ransum ternak ruminansia (sapi, kambing, domba, dll) pada umumnya terdiri dari pakan hijauan dan konsentrat.

Ras. Penggolongan jenis hewan ternak yang didasari oleh ciri-ciri fisik seperti postur tubuh, warna bulu, bentuk telinga, dan masih banyak lagi. 

Rearing. Rearing merupakan program pembesaran dan pemeliharaan sapi perah betina sejak lahir secara terprogram. Tujuan dari rearing ini adalah untuk mendapatkan sapi betina yang memiliki bentuk ambing dan pencernaan yang baik serta kaki kuat agar dapat menghasilkan produksi susu yang berkualitas. 

Rumen. Istilah dalam peternakan ruminansia selanjutnya adalah rumen. Rumen atau perut besar ini merupakan salah satu bagian lambung ternak ruminansia/ memamah biak yang didalamnya terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Mikroba tersebut berfungsi sebagai fermentor dari bahan pakan yang dimakan oleh ternak.

S

Serat. Serat adalah jenis mineral yang terkandung dalam bahan pakan yang tidak mudah dicerna dan diserap oleh tubuh ternak. Hampir sama seperti karbohidrat, serta mampu memberikan energi pada tubuh, namun serat lebih rendah kalori. Pakan yang baik adalah pakan yang memiliki serat kasar yang rendah.

Silase. Silase adalah pakan hijauan ternak yang difermentasi dalam keadaan anaerobik (tanpa udara) dengan cara diawetkan dan disimpan dalam kantong plastik kedap udara/ silo/ drum. Beberapa hijauan yang dapat digunakan berupa rerumputan (dari suku Gramineae), termasuk juga jagung, sorgum, dan serealia lainnya dengan memanfaatkan seluruh bagian tanaman, hijauan kelapa sawit, dll.

T

TDN. Total Digestible Nutrient (TDN) atau dalam Bahasa Indonesia berarti total nutrien tercerna merupakan angka yang menunjukkan jumlah zat makanan dari bahan makanan yang dapat dicerna oleh hewan ternak. Zat makanan itu seperti protein, karbohidrat, serat, dan lemak. Satuan dari TDN ini sendiri berupa persentase (%). Semakin besar persen TDN nya maka semakin baik, karena secara otomatis kandungan nutrisi dapat tercerna lebih banyak oleh hewan ternak sehingga pertumbuhan/ penggemukan badannya pun menjadi lebih cepat. 

Ternak perah. Ternak perah adalah ternak ruminansia yang dapat menghasilkan susu. Beberapa diantaranya meliputi sapi perah, kerbau perah, dan kambing perah. 

V

Vaksin. Vaksin merupakan suatu zat yang biasa diberikan baik kepada hewan ternak untuk mengebalkan sistem imun terhadap serangan mikroorganisme penyebab penyakit.

Z

Zebu. Zebu adalah salah satu jenis hewan ruminansia/ memamah biak yang mirip sapi namun memiliki punuk. Selain berpunuk ciri khas dari zebu diantaranya bertubuh besar, memiliki lipatan kulit dibagian bawah rahangnya dan bentuk telinga mereka menjuntai kebawah. Zebu juga memiliki tanduk baik itu zebu jantan maupun betina. Zebu ini berasal dari wilayah Asia Selatan seperti. Bangladesh, India, Maladewa, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka.

Demikian pembahasan mengenai beberapa istilah dalam peternakan yang umum dan sering digunakan. Semoga sedikit banyaknya penjelasan ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat!

Artikel