Panen

PENGUKURAN & PENILAIAN LAJU PERTUMBUHAN BERAT SAPI

                Setiap peternak sapi pedaging pasti mengharapkan margin atau keuntungan saat menjual sapinya.  Keuntungan ini dapat diperoleh bila nilai jual lebih tinggi dari nilai beli plus semua biaya yang telah dikeluarkan.  Tapi terkadang kesulitan muncul ketika kita dihadapkan pada pertanyaan “Sudahkah sapi saya menghasilkan keuntungan ?” dan “Berapa banyak keuntungan yang diperoleh ?”.

Keuntungan yang didapat dari hasil penjualan sapi, tidak seperti kita melakukan jual beli pada barang atau benda mati.  Kita memperoleh keuntungan penjualan sapi melalui suatu proses pemeliharaan, yang artinya memiliki suatu periode waktu, dimana dalam proses berjalannya waktu pelihara, ada suatu ketidakpastian atas hasil yang bersifat fluktuatif.

Adanya probabilitas sapi terkena penyakit, saat “gigi tanggal” (istilah Jawa = poel) dan variabel-variabel lain akan mempengaruhi tingkat konsumsi pakan, sehingga kuantitas input (pakan) dan output (pertumbuhan berat) akan berubah.

                Saat anda membeli sapi dengan cara “jogrog”, sebenarnya kesepakatan harga beli sapi dibuat dengan penilaian beberapa variabel, beberapa variabel tersebut antara lain : jenis/ras, umur, perfomance fisik sapi, harga pasar dan perkiraan berat dari timbangan kg hidup.  Tetapi bila kita membeli sapi dengan cara “timbang kg hidup” maka berat beli sapi menjadi suatu variabel yang bersifat lebih pasti, walaupun faktor penyusutan berat saat perjalanan ke kandang patut kita perhitungkan.  Selengkapnya….